I don't own any of these images...I just found them on the web. If you see a photo of yours that you would like removed, please let me know.


Jual Cepat Kontrakan 15 Petak di daerah Depok Timur dekat TOL CIJAGO

Jual Cepat Kontrakan 15 Petak di daerah Depok Timur

Jual Kontrakan 15 Petak di Depok


For Quick Respon :
BBM (26B09855) atau (2BB16DB5)
Nomor Hp (081314765798) atau (087881900025)

15 Petak Kontrakan @ Rp 400.000 s/d Rp 550.000 dengan kondisi saat ini ke semua petak kontrakan terisi penuh, sehingga pendapatan perbulan sekitar  Rp 6.000.000/bulan.

Sehingga pendapatan total untuk 12 bulan atau 1 tahun sebesar Rp.72.000.000/ tahun. Kondisi bangunan sangat baik.

Dengan Lt 310m2, setiap petak kurang lebih memiliki Lt 3,5 x 8 m2 dengan 15 petak kontrakan.

Memiliki Sertifikat Hak Milik (SHM) Di kawasan Depok Timur, lokasi hunian komplek perumahan yang nyaman bagi penguni untuk menentap dengan lokasi yang tidak jauh dari jalan besar sehingga mempermudah akses menuju pusat kota depok dan bebas dari banjir serta lokasi yang tidak jauh dari pengembangan TOL CIJAGO.

Diperkirakan setelah TOL CIJAGO ini selesai pengembangannya pada tahun 2016, maka Harga Property di sekitar TOL CIJAGO akan melonjak signifikan. 


TOL CIJAGO



HARGA PROPERTI DI SEKITAR TOL CIJAGO


Lokasi Property 15 petak dengan akses yang dekat dengan Pintu Tol Maka akan mempermudah akses ke bandara dan pusat kota depok.

Lokasi yang strategis dekat dengan pasar modern dan tradisional, klinik kesehatan, rumah sakit, Stasiun Kereta, terminal Bus dalam dan luaar kota dan sangat strategis karena tidak jauh dari Pusat perbelanjaan kota depok dan pusat Perguruan Tinggi


Nilai Lebih memiliki property Petak kontrakan ini

- Bebas Banjir
- Tidak jauh dari stasiun Depok dan terminal Bus
- Lokasi Strategis dekat dengan Pusat Bisnis & Perkantoran
- Lokasi hunian akses komplek perumahan
- Akses yang mudah
- Nilai tanah dan Properti yang terus naik
- Sebuah investasi cerdas dengan penghasilan setiap bulannya Rp 6.000.000,-


Diual Rumah Kontrakan 15 Petak di Depok

source : KURIR IKLAN

Hal Yang Perlu Ada Dalam Surat Perjanjian Sewa Rumah

Hal Yang Perlu Ada Dalam Surat Perjanjian Sewa Rumah


Tidak semua kepemilikan rumah di Indonesia dilakukan dengan cara membeli, beberapa dilakukan dengan menyewa.

Banyak alasannya sehingga cara ini berlansung, misalnya karena lokasi rumah tersebut lebih dekat dengan tempat bekerja namun belum sudah memiliki hunian di tempat lain hingga untuk tinggal sementara setelah menikah.

Namun perlu diketahui bahwa walaupun menyewa, Anda wajib mengikatnya dalam sebuah perjanjian tertulis yang tentu juga diketahui oleh beberapa saksi.

Hal ini dilakukan agar Anda dan pemilik rumah pun sama - sama terlindungi oleh hukum.

Namun apa saja hal yang harus ada di dalam surat perjanjian sewa rumah?

Identitas Pihak Pertama dan Pihak Kedua – Identitas lengkap termasuk nama lengkap, umur, pekerjaan hingga nomor KTP oleh kedua belah pihak.

Pihak pertama adalah orang yang memiliki rumah sewaan dan pihak kedua merupakan calon penyewa rumah tersebut.
  1. Masa Berlaku dan Harga – Pastikan tanggal dimulainya dan berakhirnya penyewaan rumah tertera dalam surat tersebut.Selain itu alamat rumah hingga kesepakatan harga untuk penyewaan juga tercantum, termasuk jika diberlakukan uang muka dan cicilan tiap bulannya.
  2. Hal –Hal Lain – Pastikan hal-hal lain seperti kesepakatan dalam pembayaran listrik, tagihan telepon, air hingga TV satelit (kalau ada) benar-benar tercantum di dalamnya.
  3. Perawatan dan Lingkungan – Pemeliharaan kebersihan rumah hingga menjaga kekerabatan dengan tetangga pun menjadi hal penting yang harus disertakan dalam surat perjanjian berikut ini. Hal ini untuk memastikan bahwa kondisi rumah harus terjaga dengan baik dan fungsinya memang benar-bernar digunakan untuk tempat tinggal semata.
  4. Tambahan –  Untuk memastikan bahwa proses sewa-menyewa rumah tersebut berlaku dengan jelas, Anda perlu menyertakan minimal 2 saksi seperti ketua RT dimana rumah tersebut berada dan salah satu tetangga di lingkungan tersebut.
  5. Tanda Tangan, Materai, Lampiran – Setelah semua hal tersebut tercantum, pastikan surat perjanjian dibuat 2 lampir untuk dipegang oleh kedua belah pihak. Serta temple materai dan tanda tangani untuk mengesahkannya.
Setelah memperhatikan 6 hal di atas, Anda perlu memperhatikan kesalahan - kesalahan apa saja yang harus dihindari dalam membuat surat perjanjian sewa rumah :

  • Kesalahan Pengutipan – Pastikan nama yang tertera merupakan nama yang asli, sesuai dengan identitas yang masih berlaku (misalnya KTP atau akte kelahiran). Untung nominal angka yang berhubungan dengan uang sewa, untuk memastikan tidak ada salah dalam pencantuman berikan penulisan huruf pada nominal tersebut.

  • Batas Waktu Penyewaan – Ini sudah pasti akan tertera pada surat perjanjian, hanya saja beberapa penyewa rumah kadang melupakan membuat surat yang baru jika rumah tersebut akan diperpanjang untuk disewa. Jadi pastikan setelah masa penyewaan berakhir, namun rumah tersebut masih akan disewa untuk jangka waktu yang baru, maka surat penyewaan rumah pun harus dibuat ulang.

  • Tidak Menyantumkan Sanksi – Sanksi kerap menjadi hal yang penting dalam sebuah surat perjanjian. Hal ini dimaskudkan untuk meminimalisir terjadinya kelalaian dalam berlangsungnya sewa-menyewa rumah. Seperti, telat membayar uang sewa, pemutusan masa penyewaan secara sepihak, hingga penggunaan rumah sewa dengan tujuan lain.

source : Lamudi

CONTOH SURAT PERJANJIAN SEWA RUMAH



3 Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Rumah Secara KPR

3 Hal Yang Perlu Diperhatikan Sebelum Membeli Rumah Secara KPR


Rumah merupakan kebutuhan mendasar setiap orang, karena rumah berfungsi sebagai tempat berlindung dan beristirahat. Dengan lahan yang semakin terbatas seperti saat ini, memiliki sebuah rumah tidaklah gampang.

Yang di karenakan makin memlambungnya harga tanah dan bangunan itu sendiri membuat memiliki rumah semakin sulit.

Sehingga pemerintah menciptakan sebuah program subsidi rumah melalui KPR, untuk memenuhi kebutuhan masyarakat akan tempat tinggal. Dengan adanya Kredit Pemilikan Rumah yang di subsidi ini, dapat memudahkan masyarakat kelas bawah untuk memiliki rumah.

Rumah subsidi diperuntukkan bagi rumah yang murah dengan luasan dan kualitas finishing tertentu. Sedangkan yang non-subsidi, biasanya pengembang sudah menerapkan finishing yang berbeda sebagai unsur estetika. Jadi memilih rumah subsidi haruslah cermat, dan berikut ini adalah hal-hal yang diperhatikan:

INFRASTRUKTUR LINGKUNGAN


Pastikan daerah tersebut tidak rawan banjir. Hal ini tak cukup dengan memercayai tulisan yang tertera pada brosur, “ Calon pembeli bisa langsung mengecek kondisi daerah tersebut, apakah berada di atas atau di bawah peil alias batas ketinggian banjir, melalui PU setempat ”.

Selain itu, mengingat beberapa perencanaan infrastruktur permukiman belum integrasi ke seluruh akses, sebaiknya cek juga jalur menuju lokasi tersebut. “Terlebih pada perumahan dari investor kecil, dikhawatirkan perencanaan dilakukan hanya di lingkup kompleks saja, tanpa memperhitungkan, misalnya, bila ada sungai tak jauh dari situ ”.


AIR


Pastikan aliran air lancar sehingga di kamar mandi, misalnya, tidak mengalami rembes. “ Ini memang sulit dicek, karena, kan, salurannya di dalam tanah. Tanyakan ke mana air-air dari kamar mandi keluar? Lalu cek dengan mengguyur beberapa ember air di kamar mandi dan pastikan airnya keluar dari saluran di tempat keluar dengan lancar.”


SANITASI TERINTEGRASI


Aturan bakunya, septic tank itu harus berjarak 14 meter dari sumur untuk menghindari bakteri masuk ke sumber air rumah tangga. “ Nah, pada rumah yang lebarnya sekitar 5 meter, dan panjang ke belakang 10 meter, kadang ini menjadi sulit, kan ”.

Belum lagi Anda tak selalu tahu di mana tetangga menempatkan septic tank- nya. Tentu, ini perlu koordinasi. “Selain itu, ada kecenderungan pemilik rumah meluaskan area hunian dengan memangkas lahan bebas di belakang rumah. Sehingga dinding belakang rumah saling menempel dengan dinding pembatas tetangga. Ini membuat rumah menjadi tidak sehat.

source : tribunnews

Tips & Trik Menghemat Biaya Renovasi Rumah Anda

Tips & Trik Menghemat Biaya Renovasi Rumah Anda

Dalam membangun atau merenovasi rumah perlu adanya sebuah perencanaan yang matang agar dapat mengurangi resiko pemborosan ataupun ketidak sesuaian dengan ide, berikut tips dalam menghemat biaya renovasi rumah agar tepat sasaran :

1. Tentukan konsep tentang renovasi rumah secara matang

Tentukan bagian rumah mana saja yang ingin kita renovasi, bagaimana desainnya dan apakah kita akan menggunakan kembali material lama atau tidak. Dengan mengetahui konsep dengan matang dapat membantu proses pengerjaan menjadi lebih cepat.

2. Tentukan bahan bangunan dan kualitas material bangunan yang akan digunakan

Menentukan penggunaan barang yang berkualitas sedang, misalnya untuk keramik lantai, kayu-kayu, kusen, atau cat interior. Sedangkan bagian-bagian yang wajib menggunakan barang-barang dengan kualitas baik adalah pada bagian fondasi rumah, pipa air yang ditanam, struktur bangunan, rangka atap dan cat exterior.

3. Menghilangkan satu bagian pekerjaan renovasi rumah

Yang dimaksud disini adalah kita tidak melakukan satu bagian pekerjaan, sehingga waktu yang digunakan lebih cepat dan dapat menghemat biaya. Misalnya : Tembok tanpa diplester yang dapat membuat tembok tampak alami, atau mengecat tanpa di plamur.

4. Pemilihan cara pembayaran

Cara pembayaran umumnya terbagi dua, yaitu borongan dan harian. Apabila snds sudah memastikan apa yang akan direnovasi dan memiliki konsep renovasi rumah secara matang, maka lebih baik kita menggunakan sistem borongan. Sebaliknya, bila konsep renovasi kita belum jelas gunakan pembayaran secara harian.

5. Pilih waktu yang tepat untuk renovasi rumah

Renovasi rumah sebaiknya jangan dilakukan saat musim hujan, karena pada musim ini tukang yang mengerjakan dapat menemui kesulitan. Selain itu, untuk bagian yang berada di luar yang sedang direnovasi menjadi sulit kering dan bahkan bisa menjadi rusak. 

source : propertykita

© 2015 Bukan Mimpi Properti. All rights reserved.
Designed by SpicyTricks
Bio Hazard Sign